Sabtu, 01 Oktober 2016

Real Nikki mulai 6.


Kayaknya sudah satu bulan aku enggak menulis ini lagi. Dan karena beberapa hal juga alasan tertentu akhirnya aku memutuskan untuk menulis lagi.
Hah...
Konsistensi
Kayaknya aku butuh banget kata yang berada di atas.
Maksudku aku sering banget membuat diary, cerita, yang pada akhirnya semuanya tidak selesai.
Walaupun ada satu cerita yang akhirnya selesai... tapi tetap saja. Hah...
Dan juga perkuliahan disini sudah mulai mau sibuk.
Aku melihat materi blok selanjutnya dan ternyata... banyak...
Ampuuuuuuuuuuuunnn
Akhir-akhir ini juga agak kecewa dengan anime re:zero yang sudah habis.
Padahal itu anime yang paling bagus secara realistis. Dimana disana mati itu benar-benar kerasa seramnya enggak kayak kebanyakan di cerita sekarang yang mati itu emang terasa kosong..
Emosi aku bangkit kembali.
Emotion has been resurrected.
Dan juga sekarang aku mengerti bagaimana rasanya krisis uang menjadi anak kosan.

Dimana sekarang aku melihat dompet ini penuh dengan warna abu, penuh bunga, angklung, dan juga pattimura.

Jumat, 30 September 2016

Real nikki mulai 5.

Sudah hampir satu minggu aku tidak menulis kembali.
Alasannya macam-macam. Bisa jadi karena aku malas menuliskannya. Atau memang enggak ada yang menarik yang aku tuliskan. Dan sebetulnya kedua jawaban itu adalah benar. Terutama jawaban yang awal.

Aku kemarin menghabiskan idul adhaku di rumah. Enggak ada yang berbeda sih sama yang disini. Bedanya mungkin disana aku bisa malas-malasan lebih banyak sedangkan disini rasa malas-malasanku berkurang karena tugas.

Soalnya kalau sama-sama ada laptop disananya. Ujung-ujungnya pasti bermain. As expected of otaku-san (me) wa...

Dan tanpa aku sadari lagi bazaar fakultasku tinggal satu hari lagi. Sedangan aku enggak tahu kelompokku ini persiapannya gimana-gimana...

Well, now its difficult situasion huh..

Belum lagi ada beberapa tugas di buku logbook yang harus dikerjakan... toh itu dikumpulinnya minggu depan jadi tidak mengkhawatirkan.

Tapi yah, tidak ada salahnya kalau aku kerjakan dari sekarang kan? Demi mendapatkan banyak istirahat di kemudian nantinya.

Sama...

Hah... kira-kira kapan ya aku mau serius belajar? Maksudku, aku sudah lama sekali berniat untuk mencicil pelajaran dari awal aku masuk. Namun nyatanya sampai sekarang aku masih belum melakukannya.

Cuman omongan dan motivasi aja, enggak ada pergerakannya. Memangnya aku ini karakter utama kali ya? Berprilaku seperti itu...

Belum lagi pr debat yang dikasih... dan aku mengerjakannya agak ngasal... kira-kira benar enggak ya...

Hari ini, kayaknya akan menjadi hari yang mengkhawatirkan ya...

Mudah-mudahan saja aku baik-baik saja... mungkin.

Good luck. Me.

...

Situasi rupanya bertambah parah dari sebelumnya.

Bazaar yang aku kira minggu depan ternyata hari esok...

Debat ternyata Tinggal beberapa hari sampai kompetisinya...

Lalu hari ini sebelum H-1 sorenya dan juga malamnya aku sibuk oleh urusan lain selain bazaar..
Intinya, aku berada di dalam keadaan tidak menguntungkan.

Belum lagi... aku enggak tahu kalau hal ini itu adalah kabar baik atau kabar buruk.

Mengetahui kalau pada akhirnya aku sendiri ini. Menyadari seberapa banyak aku berusaha untuk mempunyai banyak teman atau ramah kepada mereka...

Tetap saja hati ini terasa kosong kali ya... bagaimanapun juga.

Dulu, dulu aku pernah sekali mengalami hal ini. Pada saat smp, dimana pemikiranku berbeda dari yang lainnya.

Toh, sepertinya disinipun juga sama kali ya pada saat itu. Tapi mungkin kalau lebih diperjelas lagi... bisa dibilang

Semua orang tidak mengerti aku, atau juga bisa dibilang akulah yang tidak mengerti sama mereka semua.

Ya.. seperti itulah perasaannya.

Dan juga akibatnya kalau punya pemikiran itu... hm... bagaimana ya... kalau diibaratkan dengan skill kayak game rpg...

Skill :
+Self talking lvl 0 -> level up -> lvl 2.
+ Individualism lvl 2 -> level up -> lvl 5.
+ Ignorance lvl 0 -> level up -> lvl 3.
+ anger  lvl unknown -> level up -> lvl Deep abyss.
+ darkness in the heart lvl error -> level up -> lvl Cannot read the lvl.
+ Liar lvl unstoppable -> level up -> lvl cannot explainable.

Yah... seperti itu sih. Emang sih dua skill terakhir itu kelihatannya konyol. Tapi...  oh well memang itu kenyataannya sih.

Ataukah mungkin itu semua bohong karena aku liar?

Tidak ada yang tahu kebenaran itu...

Yang jelas... untuk hari ini... kayaknya akan menjadi hari yang lama ya...

Toh, tapi entah kenapa sekarang aku tidak sebegitu khawatirnya sendiri dibanding waktu dulu. Rasanya perasaan ini lebih baik...

Ya ampun... kira-kira sudah seberapa rusakkah diriku ini sebenarnya?

Hahahahaha.

Aku juga jadi enggak tahu apakah itu tertawa atau cuman perkata ha yang banyak saja.

Membingungkan ya...

Real Nikki mulai 4.


Sabtu minggu liburan kemarin aku tidak dapat kesempatanku untuk menikmati tidur yang nyenyak. Banyak urusan yang terjadi pada saat itu. Membuatku harus pulang pada saat malam dan ketiduran tanpa disadari.

Aku juga enggak keburu baca buku. Udah berapa lama ya aku ingin membaca buku tapi enggak sampai-sampai juga...

Sebagai gantinya, mungkin relationship aku antar temen semakin deket. Paling tidak, aku enggak akan sendirian di kelas nanti.

Juga hari keenam kuliah mulai jam tujuh. Benar-benar tidak disangka juga. Mungkin pemanasannya sudah selesai dan sekarang baru kuliah sebenarnya dimulai ya?

Hee...
...
Tidak banyak yang harus dikatakan di kuliah. Dan rasanya itu membosankan. Padahal waktu sma di kelas aku enggak pernah semengantuk ini. Apa gara-gara satu kelasnya itu ada seratus dua puluh orangkah, penyebab aku begitu?

Kayaknya bukan sih.

Terus pada sore harinya aku mencoba melakukan eksperimen. Menggunakan flexih*b untuk membuat agar program yang terproteksi dongle bisa dijalankan di beberapa laptop lain tanpa perlu mencolokkan donglenya.

Iya sih bener, kalau dikonekin ke flexi bakal bisa kebuka tanpa dongle. TAPI yang bisa terkoneksiin tetap saja cuman satu buah. Intinya cuman satu laptop saja yang bisa buka satu program itu meskipun menggunakan flexih*b yang berarti sama aja bohong.

Aku menghabiskan dua jam berhargaku hanya untuk itu.

Terus aku ketiduran saat jam delapan malam. Dan yah, aku sebenarnya inginnya tidurnya tengah malam sih.


Mulai besok aku akan mencoba untuk melakukannya.

Real nikki mulai 3.

Kemarin setelah merasa kayak subaru di re:zero ini, aku kembali menjadi normal. Dan kembali lagi kuliah di pagi hari.

Problemnya sampai sekarang selalu masalah aku berbicara di depan orang....

 Seriously, kayaknya memang aku punya masalah dalam komunikasi. Belum lagi katanya dokter itu harus bisa berkomunikasi dengan baik. Kalau aku begini, entar gimana nanti saat aku jadi dokter?
Mengkhawatirkan...

Dan yah film yang ditunjukan tadi membosankan... enggak sih... cuman ga tau kenapa aja tiba-tiba diri ini mengantuk...

Benar-benar perilaku yang tidak baik untuk kuliah nanti. Mudah-mudahan saja hal itu tidak terjadi lagi.

Oh ya, disana juga aku bertemu teman otaku yang agak lumayan otaku dari temanku sebelumnya.

 Ya... lumayanlah...  dibanding grup yang ada lima puluh orang cuman mutasi otaku kecil aja.

Tapi ya meskipun begitu... ada akhirnya otaku yang seleranya hampir sama dengan aku ada di lampung sana.

Comrade, apa kau baik-baik saja disana? I hope you will... maybe...

Tapi sampai ga bisa ngehubungi sampai 5 hari. Kira-kira ospek di lampu sana seberapa berat ya? Atau aku harus bilang “as expected of sumatra people” ? no offense everybody


Huh... well okay. Good luck then. Dua hari libur besok, kira-kira aku mau ngapain ya?

Real Nikki 2.5


Malamnya aku kembali ke kampus untuk mempersiapkan diri debat bahasa inggris antar fakultas. Alasanku kesana tidak lain adalah ingin mencoba membuka diri sama yang namanya organisasi-organisasi tertentu. Wajar saja pada saat SMA dan SMP dulu aku tidak pernah ikut yang namanya organisasi.

Dan juga debat dengan bahasa inggris ya? Bukannya itu terdengar menarik? Dengan kerennya mengutarakan pendapat di dalam diri ke satu sama lain dengan gagahnya tanpa pandang bulu.
Ya... itulah yang aku pikirkan sebelum dijelaskan debat oleh kakak tingkat disana.

Debatnya banyak aturannya. Speaker pertama itu harus inilah, speaker kedua harus begitulah. Temanya juga tema sekarang-sekarang ini, like seriously sudah berapa lama aku tidak buka tv disini sekarang? Kosanku ga ada tv dan aku enggak ingin ada tv.

Belum lagi aku sadar kalau aku masih punya trauma pada saat smp. Dimana akibatnya ketika aku berdiri dan ditonton banyak orang, aku jadi gugup gugup enggak jelas dan speechku hancur berantakan.

Huhuhu.... kenyataan yang menyedihkan.

Untuk critical strikenya ada temenku yang sudah lama debat. Dan langsung ditunjukan perbedaan sinis antara yang berpengalaman dan yang baru mencoba ini.

Membuatku enggak tahu harus, senang sedih marah atau bunuh diri makan terasi...

Pulangnya pun aku tidak begitu banyak berkomentar apa-apa tentang itu. Aku makan, dan aku tertidur pulas di kasur tanpa tahu kapan aku tidur.


Tau gitu mending apa ga usah ikut aja kali ya? Dikiranya sebentar taunya lamanya sampai tengah malam begini... belum lagi cucian belum dijemur... mau ga mau harus diundur deh jadi besok... hah...

Real Nikki mulai 2

Sudah empat hari aku mulai kuliah. Dan bisa dibilang pada saat-saat sekarang masih dibilang woles daripada yang sebelumnya.

Hanya saja... mungkin yang menjadi pikiranku sekarang adalah komunikasiku. Lebih tepatnya apa mereka mengerti apa yang aku ingin sampaikan kepada mereka?

Misalnya saja diskusi tadi. Walaupun tidak ada yang mempermasalahkan persentasiku saat diskusi tadi. Tapi tetap saja dari ekspresi mereka semua, mereka tidak mengerti apa yang aku persentasikan. Dan mereka tampaknya tidak ingin membuatku kecewa dan mereka berpura-pura mengerti.

Padahal aku lebih mengapresiasi kalau mereka bilang saja tidak mengerti daripada bohong seperti itu sih...

Lalu pada saat aku mencoba untuk mengobrol biasa dengan teman-temanku. Lalu bertanya kepada mereka apakah mereka mengerti apa yang aku katakan. Mengkagetkannya mereka mengerti berbeda dari persentasi tadi.

Kenapa ya? Apa komunikasikukah yang menjadi masalah? Ataukah ada faktor-faktor tertentu yang membuat persentasiku tadi tidak dimengerti orang?

Aku tidak mengerti.

Dan juga saat aku mengecek real nikky mulai 1,5 topiknya masih sama seperti sekarang ini tentang komunikasi...

Apakah perkataankukah yang menyebabkan kebingungan ini? Apa aku salah menggunakan kata sehingga mereka pusing?

...dan kayaknya memang lebih baik aku harus ke BK daripada menyesal nanti...


Karena pada akhirnya komunikasi itu adalah ilmu penting untuk kedokteran ini. Mungkin tugas tambahan untukku agar komunikasinya lebih ditingkatkan...

Real Nikki 1.5


Saat tengah malah hari pada mulai satu. Aku mencoba untuk berkomunikasi dengan teman-teman perkuliahan. Ya... coba dengan caraku sendiri agar bisa akrab dengan mereka.

Tapi pada akhirnya, kayaknya aku tidak bisa meruntuhkan dinding mereka dengan caraku ini. Jadi ya..., pada saat aku melihat temanku yang lain bisa mengobrol dengan enaknya satu sama lain sedangkan pada saat mereka mengobrolku rasanya canggung...

“Jadi, pada akhirnya, memang itu toh, alasanku punya jarang teman ini.” Toh aku enggak peduli lagi sih dengan itu.


Aku sadar kalau ternyata ada banyak hal yang bisa aku lakukan. Pura-pura jadi orang bodoh yang tidak tahu itupun juga termasuk kok. Lol.