Sabtu, 26 Maret 2016

Marionet

Marionet.

Sang boneka terbangun dari mimpi.
Menyadari kenyataan ini.
Lalu menghadap ke depan diri.
Kalau memang ada yang salah disini.

Hidup tidak terkontrol diri.
Pasrah tanpa bisa bertanding.
Kalah tanpa dapat melawan hal ini.
Hanya kesal yang dapat dipikir.

Sang boneka telah tahu hal ini.
Tapi dia tak bisa berlari.
Karena mereka semua disini.
Telah terikat tanpa mereka sadari.

Hatta tanpa dunia sadari.
Boneka ini telah melakukan hal berarti.
Sehingga dunia ini menjadi lebih baik.
Tanpa seorangpun mengetahui.

Sang Baginda

Sang Baginda

Disini aku berdiri
Di puncak gunung tak berarti
Terdapat ribuan mati tak terpungkiri
Hanyalah sisa yang tidak berarti

Untuk apa aku kesini?
Apakah demi keluarga yang peduli?
Demi sang penunggu yang menanti?
Atau mungkin hanyalah sebuah ideologi yang terpungkiri?

Demi keadilanku ini.
Ribuan pedang untuk jutaan mati.
Ribuan perisai menanggung serangan berarti.
Sehingga sekarang aku seorang diri.

Meski begitu aku terus berdiri.
Mengetahui hal yang tidak berarti.
Mendapatkan hal yang penting.
Menggapai masa depan tak menanti.