Malamnya aku kembali ke kampus untuk mempersiapkan diri
debat bahasa inggris antar fakultas. Alasanku kesana tidak lain adalah ingin
mencoba membuka diri sama yang namanya organisasi-organisasi tertentu. Wajar
saja pada saat SMA dan SMP dulu aku tidak pernah ikut yang namanya organisasi.
Dan juga debat dengan bahasa inggris ya? Bukannya itu
terdengar menarik? Dengan kerennya mengutarakan pendapat di dalam diri ke satu
sama lain dengan gagahnya tanpa pandang bulu.
Ya... itulah yang aku pikirkan sebelum dijelaskan debat oleh
kakak tingkat disana.
Debatnya banyak aturannya. Speaker pertama itu harus inilah,
speaker kedua harus begitulah. Temanya juga tema sekarang-sekarang ini, like
seriously sudah berapa lama aku tidak buka tv disini sekarang? Kosanku ga ada
tv dan aku enggak ingin ada tv.
Belum lagi aku sadar kalau aku masih punya trauma pada saat
smp. Dimana akibatnya ketika aku berdiri dan ditonton banyak orang, aku jadi
gugup gugup enggak jelas dan speechku hancur berantakan.
Huhuhu.... kenyataan yang menyedihkan.
Untuk critical strikenya ada temenku yang sudah lama debat.
Dan langsung ditunjukan perbedaan sinis antara yang berpengalaman dan yang baru
mencoba ini.
Membuatku enggak tahu harus, senang sedih marah atau bunuh
diri makan terasi...
Pulangnya pun aku tidak begitu banyak berkomentar apa-apa
tentang itu. Aku makan, dan aku tertidur pulas di kasur tanpa tahu kapan aku
tidur.
Tau gitu mending apa ga usah ikut aja kali ya? Dikiranya
sebentar taunya lamanya sampai tengah malam begini... belum lagi cucian belum
dijemur... mau ga mau harus diundur deh jadi besok... hah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar