Masih
lanjut sama hal tadi.
Pernah
saat jajan istirahat kedua aku sama temanku melihat murid satu angkatan kita
merokok dan juga bermalas malasan di kantin sekolah.
Tidak
ada yang melaporkan mereka. Karena mereka itu adalah kelompok orang gaul. Yang
satu angkatannya pun sendiri tidak punya keberanian untuk melaporkannya.
Termasuk temanku dan juga aku ini.
Karena
pada akhirnya manusia itu adalah orang yang tidak ingin kehidupannya terganggu.
selama mereka tidak mengganggu hidup seseorang, buat apa menggangu mereka?
"Bukannya
intinya kamu takut sama mereka?" diam kegelapan. Kamu tidak punya hak
untuk berkata!
"Enaknya
ya ... Yang hidupnya berkecukupan ... " gumamku yang tidak aku sangka
bakal dijawab oleh temanku ini.
"Aku
ngerti apa maksud kamu kok." temanku sebut saja Jun menjawab. Rasanya
enggak enak kalau aku bilang temanku terus setiap saat.
"Orangtuanya
kaya, hidup cukup, eh taunya malah males malesan sambil ngerokok. Malahan uang
rokoknya itu dari orangtuanya sendiri."
"Ya
ya... Padahal kalau aku punya uang banyak kayak mereka juga paling aku gunain
buat usaha atau apalah itu. Daripada cuman bermain dan juga males kayak gitu
... "
"Ya
begitulah hidup. Jan (nama panggilanku)."
"Padahal
entar di akhirat hartanya itu semuanya akan dipertanggung jawabkan. Kira-kira
mereka bakal jawab bagaimana ya..."
"Makanya
di Islam itu, orang seperti itu bukanlah harus dibenci. Malah justru harus
dikasihani. Tapi ya enggak tahu kenapa banyak yang iri kepada mereka ... "
Ya
untunglah aku dan temanku tidaklah seperti mereka. Memang sih kemampuan
ekonomiku masih lebih rendah daripada Jun. Tapi Jun ini masih tetap tahu mana
yang baik dan benar.
Good
riddance.
Oh
ya hari kamis, di les bahasa jepang hasil jlpt (toefl nya jepang) diumumkan.
Kartuku ilang tapi aku diperlihatkan nomornya oleh sensei yang bertanya pada
teman satu lesku yang satu tingkat sama aku dan juga satu ruang tes sama aku.
Yang perlu dicoba akhir nomor ujiannya dikurangi ataupun ditambahkan satu dari
yang temanku itu (lol)
Karena
passwordnya Itu gampang (passwordnya angka 99999999) semua hasilnya terlihat.
Dan
aku lulus.
Tapi
meskipun begitu tidak ada kepastian kalau itu asli nomornya punya aku
atau bukan (hanya ada nomor ujian saja dan aku hanya hapal passwordnya bukan
nomor ujiannya)
Jadinya
aku di kasih hanbun omedeto (setengah selamat)
Aku
enggak tahu antara harus sedih atau senang mendengar itu.
Oh
ya setelah itu aku ujian di tempat les tersebut. Ini mah ujian yang dibuat di
tempat les, bukan ujian nouken kok.
Dan
tetap saja susah. Sebuah keajaiban aku bisa lulus di nouken. Alhamdulilah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar