Senin, 01 Februari 2016

Real Nikki 1.2

Masih lanjut sama hal tadi.

Pernah saat jajan istirahat kedua aku sama temanku melihat murid satu angkatan kita merokok dan juga bermalas malasan di kantin sekolah.

Tidak ada yang melaporkan mereka. Karena mereka itu adalah kelompok orang gaul. Yang satu angkatannya pun sendiri tidak punya keberanian untuk melaporkannya. Termasuk temanku dan juga aku ini.

Karena pada akhirnya manusia itu adalah orang yang tidak ingin kehidupannya terganggu. selama mereka tidak mengganggu hidup seseorang, buat apa menggangu mereka?

"Bukannya intinya kamu takut sama mereka?" diam kegelapan. Kamu tidak punya hak untuk berkata!

"Enaknya ya ... Yang hidupnya berkecukupan ... " gumamku yang tidak aku sangka bakal dijawab oleh temanku ini.

"Aku ngerti apa maksud kamu kok." temanku sebut saja Jun menjawab. Rasanya enggak enak kalau aku bilang temanku terus setiap saat.

"Orangtuanya kaya, hidup cukup, eh taunya malah males malesan sambil ngerokok. Malahan uang rokoknya itu dari orangtuanya sendiri."

"Ya ya... Padahal kalau aku punya uang banyak kayak mereka juga paling aku gunain buat usaha atau apalah itu. Daripada cuman bermain dan juga males kayak gitu ... "

"Ya begitulah hidup. Jan (nama panggilanku)."

"Padahal entar di akhirat hartanya itu semuanya akan dipertanggung jawabkan. Kira-kira mereka bakal jawab bagaimana ya..."

"Makanya di Islam itu, orang seperti itu bukanlah harus dibenci. Malah justru harus dikasihani. Tapi ya enggak tahu kenapa banyak yang iri kepada mereka ... "

Ya untunglah aku dan temanku tidaklah seperti mereka. Memang sih kemampuan ekonomiku masih lebih rendah daripada Jun. Tapi Jun ini masih tetap tahu mana yang baik dan benar.

Good riddance.

Oh ya hari kamis, di les bahasa jepang hasil jlpt (toefl nya jepang) diumumkan. Kartuku ilang tapi aku diperlihatkan nomornya oleh sensei yang bertanya pada teman satu lesku yang satu tingkat sama aku dan juga satu ruang tes sama aku. Yang perlu dicoba akhir nomor ujiannya dikurangi ataupun ditambahkan satu dari yang temanku itu (lol)

Karena passwordnya Itu gampang (passwordnya angka 99999999) semua hasilnya terlihat.

Dan aku lulus.

Tapi meskipun begitu tidak ada kepastian kalau itu asli  nomornya punya aku atau bukan (hanya ada nomor ujian saja dan aku hanya hapal passwordnya bukan nomor ujiannya)

Jadinya aku di kasih hanbun omedeto (setengah selamat)

Aku enggak tahu antara harus sedih atau senang mendengar itu.

Oh ya setelah itu aku ujian di tempat les tersebut. Ini mah ujian yang dibuat di tempat les, bukan ujian nouken kok.


Dan tetap saja susah. Sebuah keajaiban aku bisa lulus di nouken. Alhamdulilah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar