2016/1/2/2016
Hari senin selalu menjadi awal hari untuk masuk sekolah.
Awal dari pembelajaran, awal dari aku harus keluar dari rumah.
Hah ... padahal kemarin-kemarin aku cuman sebentar saja ...
kenapa liburnya terasa cepat? Begitulah orang yang menghamburkan waktunya
berkata ketika sampai di hari senin. Dan orang yang menghamburkan itu termasuk
aku.
Juga entah kenapa, kalau seandainya orang yang sabtu
minggunya digunakan untuk bermain seperti orang yang menghamburkan ini. Akan
terasa penyesalan yang mendalam. Baik karena prnya belum dikerjakan atau karena
ada ulangan dan belum belajar.
Untungnya hari senin enggak ada ulangan. Dan juga di sekolah
aku enggak belajar. Karena pelajarannya itu adalah olahraga, agama, bahasa
sunda, dan seni budaya.
Tapi enggak belajar juga tidak bisa dibilang begitu. Karena
guru agama dan olahraganya ternyata datang.
Untuk olahraga, no comment. Aku emang lemah di olahraga.
Tapi tadi aku berhasil lari 14 keliling non-stop. Sebagai gantinya tubuhku
kesakitan karena memaksakan diri.
Untuk agama, cuman latihan soal saja.
Pulang sekolah aku langsung pergi ke inten. Kali ini aku
numpang sama temanku. Bukan Jun, tapi Ryo.
Tidak ada yang banyak dibicarakan di perjalanan sana. Namun
entah kenapa Ryo kelihatannya lebih banyak bicara kasar dari dulu.
Padahal satu tahun lalu saat aku bertemu dengannya, dia
jarang atau malah enggak pernah bicara kasar sama sekali.
Tapi sekarang ... aku tidak perlu mengatakannya dua kali
kan?
Seseorang memang mudah berubah ya. Apalagi di saat SMA yang
masih labil-labil begini.
Aku juga ingat, dulu kelas 10 aku lebih ceria daripada yang
sekarang ini. Apa ya yang membuat aku berubah?
.... aku tidak akan mengatakan kalau aku tidak tahu. BANYAK faktor
yang menyebabkan aku berubah.
Dan aku tidak mau menuliskannya disini.
“Karena itu adalah kejadian yang sangat
mengesalkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan! Kan?” kegelapan dengan ingin digamparnya
mengatakan itu kepadaku. Aku gampar dia.
Well, setelah itu tiba di inten. Belajar. Dan seperti biasa
di intenpun aku sendiri kok. Tapi aku sudah terbiasa karena membiasa, jadi
tidak apa-apa.
Malamnya aku tertidur. Dan aku menulis ini satu hari saat
aku bangun tidur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar